jump to navigation

Panduan Memberi Nama Anak July 10, 2008

Posted by gisbp in AGAMA.
Tags:
trackback

Disunnahkan memberi nama bayi pada hari ketujuh dan kelahirannya atau pada hari kelahirannya.

Mengenai anjuran pada hari ketujuh adalah menurut riwayat Tirmidzi, dari Amr bin Syuaib, dari bapaknya, dari kakeknya, bahwa Nabi saw. menyuruh memberii nama bayi pada hari ketujuh dari kelahirannya dan memotong tali pusatnya serta mengadakan akikah. (Tirmidzi menggolongkan sebagai hadis hasan.)

Dengan isnad sahih, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan lainnya meriwayatkan dari Samurah bin Jundub, bahwa Rasul saw. bersabda:
“Setiap anak kecil tergantung dengan akikahnya yang disembelih baginya pada usia tujuh hari dan ia pun dicukur serta diberi nama.”

Tirmidzi menggolongkan sebagai Hadis hasan sahih.

Diriwayatkan dalam Sahih Muslim dan lainnya, dari Anas ra., bahwa Nabi saw. menyatakan:
“Malam ini aku mendapat anak, maka kuberi nama dengan nama bapakku (Nabi) Ibrahim saw.”

Anas ra. berkata: ‘Abi Talhah mendapat anak, maka aku membawanya kepada Nabi saw., lalu beliau mengucup mulutnya dan menamainya Abdullah. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sahal bin Saad As-Saidi ra. berkata: ‘Ketika AI-Mundzir bin Abi Usaid lahir, ia dibawa kepada Rasulullah saw. Beliau meletakkannya di atas pahanya sedang Abu Usaid duduk. Nabi terlupa oleh sesuatu di hadapannya. Lalu Abu Usaid menyuruh mengangkatnya dari alas paha beliau. Kemudian mereka membawanya pulang.

Nabi saw. teringat, lalu beliau bertanya: ‘Di mana anak kecil itu? Abu Usaid menjawab: Telah kami bawa pulang, wahai Rasulullah.’ Beliau bertanya: ‘Siapa namanya? Dijawab oleh Abu Usaid: ‘Fulan.’ Beliau bersabda: ‘Tidak, tetapi namanya Al-Mundzir. Maka beliau saw. menamakannya pada waktu itu Al-Mundzir.’ (HR. Bukhari dan Muslim)

Note: Petikan dari al-Azkar al-Nawawi (Terjemahan)

Anjuran Memberi Nama yang Baik

Dengan isnad jayyid, Abu Daud meriwayatkan dari Abi Darda’ ra. bahwa Nabi saw. bersabda:
“Sesungguhnya kamu dipanggil pada hari kiamat dengan
nama-namamu dan nama-nama bapak-bapakmu, maka baikkanlah nama-namamu.”

Note: Petikan dari al-Azkar al-Nawawi (Terjemahan)

Nama-nama yang Paling Disukai Allah

Diriwayatkan dalam Sahih Muslim, dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasul saw. bersabda:
“Sesungguhnya nama-namamu yang paling disukai Allah Azza wa Jalla adalah Abdullah dan Abdurrahman.”

Jabir ra. berkata: ‘Seorang lelaki di antara kami mendapat anak, maka Ia menamainya Al-Qasim. Kami berkata: ‘Kami tidak bisa menjuluki kamu dengan Aba Al-Qasim dan tidak ada kemuliaan.’ Maka, orang itu memberitahu Nabi saw., lalu beliau bersabda:
‘Namailah putramu Abdurrahman.’ (HR. Bukhari dan Muslim)

Melalui Abi Wuhaib Al-Jasymi, Abu Daud, Nasa’i dan lainnya meriwayatkan bahwa Rasul saw. bersabda:
“Pakailah nama nabi-nabi dan nama-nama yang paling disukai Allah Ta’ala adalah Abdullah dan Abdurrahman. Yang paling benar di antaranya adalah: Haris dan Hammam. Yang paling jelek di antaranya adalah Harb dan Murrah.”

Anjuran Memberi Selamat dan Jawaban Orang yang Diberi Selamat
Dianjurkan memberi selamat kepada orang yang mendapat anak.

Sahabat-sahabat Imam Nawawi berkata: Dianjurkan memberi selamat sesuai dengan yang diriwayatkan dan Husein bin Ali ra bahwa ia mengajari orang memberi selamat. Ia berkata: Ucapkanlah: Semoga Allah memberi berkat kepadamu dan anakmu. Semoga engkau bersyukur kepada Pemberinya (Allah SWT.). Semoga anak itu mencapai usia dewasa dan berbakti kepadamu.

Dianjurkan menjawab orang yang memberi selamat dengan ucapan: Semoga Allah memberi berkat kepadamu. Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Semoga Allah memberikan kepadamu yang seperti itu. Atau, semoga Allah memperbanyak pahalamu.

Larangan Memberi Nama yang Tidak Disukai

Diriwayatkan dalam Sahih Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi saw. bersabda:
“Sesungguhnya nama yang paling rendah di sisi Allah Ta’ala adalah orang laki-laki yang memakai nama raja segala raja.”

Dalam suatu riwayat, Muslim menyebutkan:
“Orang yang paling dimurkai di sisi Allah pada hari kiamat dan yang paling buruk adalah orang yang memakai nama raja segala raja, sedangkan tidak ada raja selain Allah.”

Larangan Memanggil Bapak dan Gurunya dengan Namanya

Diriwayatkan dalam kitab Ibnu Sunni, dari Abu Hurairah ra., bahwa Nabi saw. melihat seorang lelaki bersama anak kecil. Beliau bertanya kepada anak itu: ‘Siapa ini?’ Anak itu menjawab: ‘Bapakku. Beliau bersabda: ‘Jangan berjalan di depannya, jangan berbuat keburukan, jangan duduk sebelum dia duduk dan jangan memanggil dengan namanya.’

Ibnu Abbas ra. berkata: ‘Dulunya Juwairiyah bernama Barroh, maka Rasulullah saw. mengubahnya menjadi Juwairiyah. Beliau tidak suka dikatakan keluar dari rumah si Barroh.’

Diriwayatkan dalam Sahih Bukhari, dari Said ibn Al-Musayyib bin Hazan, dari bapaknya, bahwa bapaknya datang kepada Nabi saw. Beliau bertanya: ‘Siapa namamu?’ Ia menjawab: ‘Hazan (tanah keras). Beliau bersabda: ‘Namamu Sahal (mudah).’ Orang itu berkata: ‘Aku tidak mau merubah nama yang diberikan bapakku.’ Ibn Al-Musayyib berkata: ‘Maka tetaplah kami memiliki sifat kekerasan hati.’

Diriwayatkan dalam Sahih Bukhari dari Muslim, dari Ibnu Umar ra., bahwa Nabi saw. mengganti nama Ashiyah (suka melawan) dengan Jamilah (cantik).

Dalam Sunan Abu Daud, Nasa’i dan lainnya disebutkan bahwa ketika Suraih Hani’ Al-Haritsi datang bersama kaumnya kepada Rasulullah saw., beliau mendengar mereka menjulukinya dengan Abi Al-Hakim (Bapak Hakim). Maka, Rasulullah saw. memanggilnya seraya bertanya:
‘Sesungguhnya Allah adalah Hakim dan Dialah yang memutuskan hukum. Lantas, kenapa engkau dijuluki Abi Al-Hakim?’ Ia menjawab: ‘Sesungguhnya jika kaumku berselisih tentang suatu hal, mereka datang kepadaku lalu aku putuskan di antara mereka sehingga masing-masing pihak merasa puas.’

Mendengar itu, Nabi saw. memujinya dan bertanya: ‘Alangkah baiknya hal ini, siapakah nama anakmu?’ Abu Suraih menjawab:
‘Anak-anak saya bernama Suraih, Muslim dan Abdullah.’ Beliau bertanya: ‘Siapakah yang terbesar di antara mereka?’ Aku menjawab: ‘Suraih.’ Beliau berkata: ‘Maka engkau adalah Abu Suraih (bapak si Suraih).’

Comments»

1. danny .cs - September 17, 2008

teriam kasih telah memberikan pencerahan semoga jadi amal kebaikan
dan jadi pahala atas bacaan yang diatas


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: